Monday, January 17, 2022
HomeSosialSMKN 2 Kabupaten Karawang mendapat bantuan Program CSR HUB berbasis Aplikasi Scola...

SMKN 2 Kabupaten Karawang mendapat bantuan Program CSR HUB berbasis Aplikasi Scola LMS

KARAWANG.deliksatu.com — SMKN 2 Kabupaten Karawang mendapat bantuan Program CSR HUB berbasis Aplikasi Scola LMS, Bantuan berbentuk Program CSR HUB” merupakan bantuan kerjasama pihak Swasta, pelaksanaannya dalam hal ini adalah Infra Digital Foundation (IDF) yang dikoordinir oleh Pemprov Jabar, bantuan ini tidak berbentuk bantuan dana, melainkan bantuan program/aplikasi untuk pengembangan sumber daya Guru dan Siswa (soft skill).

Program CSR HUB memiliki tujuan untuk mewujudkan manajemen sekolah yang unggul dan berdaya saing melalui pengembangan SDM dan digitalisasi pendidikan menuju SMK Jabar Juara.

Program CSR HUB SMK Jabar Juara sendiri terdiri dari 4 pilar fokus pengembangan seperti, Pengelolaan Operasional, Kurikulum, Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta Fasilitas.

Wakil Kepala Sekolah SMKN 2 Karawang bidang hubungan Industri dan masyarakat (Hubinmas) Susi Amalia menyampaikan, “CSR HUB yang di inisiasi Infra Digital Djarum Foundation sangat bermakna untuk SMKN 2 Karawang, karena melalui program ini kami belajar dan serta menerapkan aplikasi disekolah”

“Juga bisa untuk pengelolaan keuangan berbasis digital, kurikulum berbasis digital. Terlebih lagi dimasa covid-19 ini, bahwasanya pembelajaran jarak jauh/daring dari program Scola LMS berperan membantu guru dan siswa dalam melaksanakan proses belajar-mengajar, maupun dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran” jelasnya lebih lanjut.

Baca Juga : Raker bersama Komisi XI DPR RI Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

Dengan mengintervensi 7 SMK Terpilih, program ini akan mengembangkan SMK dalam 4 pilar tersebut secara bertahap.

Berikut 7 SMK Terpilih di Provinsi Jawa Barat:

1. SMK Al WAFA (Multimedia).

2. SMKN 1 MUNDU (Pengolahan Hasil Perikanan).

3. SMKN 1 PACET (Pengolahan Hasil Pertanian).

4. SMKN 11 BANDUNG (Cyber Security VR/AI.

5. SMKN 1 KERTAJATI (Perhotelan).

6. SMKN 2 KARAWANG (Perhotelan).

7. SMKN 9 BANDUNG (Perhotelan).

Singkatnya, Program CSR HUB menerapkan Aplikasi Scola LMS (Learning Management Sistem), dan Aplikasi lainnya.

Scola LMS adalah aplikasi sistem manajemen pembelajaran terbaik untuk mengelola semua aktifitas kelas. Aplikasi ini fokus memberikan kemudahan untuk pengelolaan kelas, menilai siswa, memfasilitasi kolaborasi, monitoring prestasi serta penyediaan konten untuk siswa.

[jnews_slider_4 enable_autoplay=”true”]

Scola LMS pun menyediakan konten-konten e-learning dan menggunakan metode pembelajaran menarik di era pendidikan digital saat sekarang ini.

Ada 3 Model Pembelajaran dengan Scola LMS yaitu, 1. Inovasi Kelas Online – Membantu sekolah untuk memiliki kelas masa depan dengan teknologi canggih yang akan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan menarik. 2. Penerapan Pembelajaran Campuran – Peserta didik mempelajari konten belajar di aplikasi Scola LMS diluar kelas atau secara mandiri, kemudian melakukan diskusi dikelas. 3. Pembelajaran Personal – Membantu menyesuaikan proses pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap siswa dengan tetap melibatkan pihak sekolah dan juga orangtua.

Penggunaan Scola LMS pun meliputi 4 Multi seperti, Pendidikan Multi Level, Multi Kurikulum, Multi Pengguna dan Multi Akses.

KBM dengan zoom meeting juga bisa dilakukan, karena sudah terintegrasi di Aplikasi Scola LMS. Pengguna Aplikasi Scola LMS tetap bisa combine dengan aplikasi lainnya seperti google form, microsoft form, dll.

Susi Amalia menjelaskan, “manfaat dari program ini untuk meningkatkan kompetensi guru, jadi melek IT. Sedangkan manfaat untuk para siswa, mereka jadi lebih fokus berinteraksi juga berkreasi dalam pembelajaran dengan aplikasi ini”ujarnya.

Untuk rencana pembelajaran tatap muka, Susi mengatakan SMKN 2 Karawang siap melaksanakan pembelajaran tatap muka, kami sudah persiapkan sarana dan prasana untuk menjalankan protokol kesehatan saat pembelajaran tatap muka mulai dilaksanakan, Kami akan menunggu keputusan Pemerintah tentang kapan akan dimulainya belajar tatap muka,”pungkasnya.

 

(Tata)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular