Breaking News

Dinkes Kota Tangerang Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Yuk Jaim untuk Remaja

Remaja putri mengikuti pemeriksaan kesehatan dan edukasi gizi dalam Program Yuk Jaim yang digelar Dinas Kesehatan Kota Tangerang.

DelikSatu.com | KOTA TANGERANG – Prevalensi stunting di Kota Tangerang hingga Mei 2026 tercatat sebesar 5,3 persen. Capaian tersebut menjadi indikator positif keberhasilan berbagai program pencegahan yang dijalankan Pemerintah Kota Tangerang, termasuk Program Yuk Jaim yang kini menyasar kalangan remaja.

Program Yuk Jaim atau Yuk Jadi Remaja Anti Anemia menjadi salah satu inovasi yang dikembangkan untuk memutus mata rantai stunting sejak sebelum kehamilan terjadi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Baca Juga  Praktik Pembakaran Sampah Liar Daerah Perbatasan Duri Kosambi- Kembangan Meresahkan Warga Sekitar

Menurutnya, kondisi kesehatan remaja putri sangat menentukan kualitas generasi yang akan lahir pada masa mendatang.

“Kalau remajanya sehat, tidak mengalami anemia, kemudian nantinya memasuki masa kehamilan dalam kondisi yang baik, maka risiko melahirkan anak dengan stunting juga dapat ditekan,” kata dr. Dini.

Dalam pelaksanaannya, Program Yuk Jaim menghadirkan skrining kesehatan rutin di sekolah-sekolah. Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan untuk mendeteksi potensi anemia yang kerap menjadi masalah kesehatan pada remaja putri.

Baca Juga  Grand Opening Mie Gacoan Cabang Ke 132 : Mie Gacoan Tetap Konsisten Membantu Mengurangi Pengangguran

Tidak hanya itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pola makan sehat, konsumsi gizi seimbang, serta pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah secara teratur.

Langkah tersebut dinilai efektif karena menyasar kelompok usia yang nantinya akan menjadi calon ibu. Dengan kondisi kesehatan yang baik sejak remaja, risiko gangguan pertumbuhan pada anak dapat diminimalkan.

Selain melalui Program Yuk Jaim, Pemerintah Kota Tangerang juga menggerakkan Aksi Gizi Bersama yang melibatkan sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting.

Baca Juga  Penguatan Program Berhenti Merokok, Dinkes Kota Tangerang Gelar Pertemuan PJ KTR di 39 Puskesmas

Pemerintah Kota Tangerang menegaskan bahwa strategi pencegahan dari hulu menjadi kunci mempertahankan tren positif penurunan stunting. Mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil hingga balita menjadi bagian penting dalam rantai pencegahan yang saling berkaitan.

Dengan capaian prevalensi stunting sebesar 5,3 persen, Kota Tangerang optimistis mampu terus memperkuat kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mencetak generasi unggul yang lebih sehat dan produktif di masa depan. (D1

Mengungkap Fakta
X