Ketum PIP Indonesia Pada Simposium Tegaskan Jaga Persatuan Rawat NKRI dengan Akselerasi Intelektualitas

Deliksatu,Tangerang Selatan – Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia (PIP Indonesia) menggelar Simposium Nasional & Rekfleksi Awal Tahun di hadiri Mahasiswa, Pemuda se-Indonesia dengan Tema Mencetak Pemimpin Bangsa Inovatif, Kolaboratif Menuju Indonesia Emas di Hotel Ramada by Wyndhm Serpong Tangerang Selatan Banten, Senin (26/01/2026).

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia (DPP PIP Indonesia) dalam sambutanya menyampakan tentang bagaimana pertama kita bersama bisa menjaga, merawat persatuan, menjaga kelestarian alam serta menjadikan anak bangsa sebagai laboratorium pengerak kolaborasi menuju Indonesia Emas.

Baca Juga  PWI Pusat dan UPJ Rintis Laboratorium Hidup Kewartawanan

“Agenda Simposium ini mengajarkan bagaimana anak bangsa dapat terus membangun dan meningkatkan kualitas diri serta berkontribusi pada masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan cara sering berdiskusi, berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan politik, mengembangkan invoadi dan kreativitas, membantu menungkatkan kesadaran masyarakat menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan berintegritas, “Jelas Fitra Nanda.

Fitra menambahkan, mari bersama kolaborasi memberikan Win-win solution kepada pemerintah ketika memang ada kekeliruan dalam menentukan kebijakan dengan cara elegan tentunya berbasis kajian strategis, pengetahuan yang cakap/ mumpuni serta matang data dalam rangka kehadiran Perkumpulan Intelektual Pemuda Indonesia PIP betul-betul berdampak dan di perhitungkan di kancah Nasional keberadaanya.

Baca Juga  Konferensi PWI 2024 Tetapkan Kalsel Tuan Rumah HPN 2025 dan Sumut Tuan Rumah Porwanas 2027

“Kita menyoroti pertama hari ini bencana terus hadir silih berganti dari aceh, sumatera barat, sumatera utara dan di beberapa daerah lain, disebabkan oleh fungsi lahan yang mengurangi daerah resapan, serta sampah yang menyumbat drainase, diperparah oleh penurunan tanah di kota besar, faktor geografis, aktivitas manusia, faktor geografis. Dampaknya meliputi kerusakan infrastruktur, korban jiwa, hingga lumpuhnya aktivitas ekonomi. Solusi efektif melibatkan pengelolaan hulu-hilir, perbaikan sistem drainase, dan penerapan sumur resapan, “Tambah Fitra Nanda.

Baca Juga  Kadispenad: Kasad Tidak Akan Mentolerir Setiap Pelanggaran Hukum

“Semoga Simposium Nasional dan Refleksi Awal Tahun dalam rangka Pertukaran Pengetahuan dan Gagasan ini dapat menjadi bekal kita bersama untuk bisa memberikan dampak baik bagi bangsa maupun Negara dalam rangka merumuskan kebijakan lalu solusi,”tutup Fitra.

( Red )