DelikSatu.com | KOTA TANGERANG,. – RSUD Kota Tangerang terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui penerapan metode Enhanced Recovery After Cesarean Section (ERACS). Metode ini dirancang untuk membantu ibu yang menjalani operasi caesar agar dapat pulih lebih cepat dan segera kembali beraktivitas, termasuk merawat bayinya.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUD Kota Tangerang, dr. Ivan M. Sondakh, Sp.OG, menjelaskan bahwa ERACS merupakan pendekatan modern yang berfokus pada percepatan pemulihan pasien pascaoperasi tanpa mengurangi aspek keselamatan.
Menurutnya, ibu yang menjalani operasi caesar dengan metode ERACS umumnya tidak mudah lemas, tidak terlalu mengantuk, dan mampu melakukan mobilisasi lebih dini dibandingkan prosedur konvensional.
“Tujuan utamanya agar ibu bisa lebih cepat bangun, berjalan, dan mengurus bayinya setelah operasi,” ujar dr. Ivan.
Ia menjelaskan, salah satu perbedaan utama ERACS terletak pada penerapan protokol medis yang telah disusun berdasarkan berbagai penelitian ilmiah. Mulai dari pengaturan puasa, pengendalian nyeri, hingga persiapan sebelum operasi dilakukan secara terencana.
Pada metode ini, pasien masih diperbolehkan mengonsumsi makanan berat hingga enam jam sebelum operasi, makanan ringan sekitar empat jam sebelumnya, dan minum cairan bening hingga dua jam sebelum tindakan sesuai anjuran dokter.

Meski demikian, dr. Ivan menegaskan bahwa pemulihan cepat yang dimaksud bukan berarti luka operasi sembuh lebih singkat.
“Yang dipercepat adalah kemampuan ibu untuk kembali beraktivitas. Sedangkan penyembuhan luka operasi dan rahim tetap mengikuti proses biologis normal,” jelasnya.
Ia menambahkan, ERACS paling ideal diterapkan pada operasi yang telah direncanakan. Pasien juga harus memenuhi sejumlah persyaratan medis, seperti kondisi fisik yang baik, tidak mengalami komplikasi kehamilan, hasil laboratorium memadai, serta kadar hemoglobin yang normal.
Bagi pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap obat-obatan tertentu, terutama obat pereda nyeri, dokter akan melakukan penyesuaian terapi agar tetap aman.
Selain memperkenalkan metode ERACS, RSUD Kota Tangerang juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin. Kontrol berkala memungkinkan tenaga medis mendeteksi lebih dini risiko seperti hipertensi dalam kehamilan, preeklamsia, gangguan pertumbuhan janin, maupun kelainan posisi bayi.
Menurut dr. Ivan, posisi janin yang masih sungsang atau melintang saat usia kehamilan memasuki sekitar 37 minggu perlu mendapat perhatian khusus karena dapat memengaruhi metode persalinan yang akan dipilih.
“Semakin dini ibu melakukan pemeriksaan, semakin besar peluang komplikasi dapat dicegah dan ditangani dengan baik sehingga proses persalinan menjadi lebih aman bagi ibu dan bayi,” pungkasnya. (ADV)

