Breaking News

Warga Soroti Proyek Long Storage Rp4,4 Miliar di Rempoa, Muncul Dugaan Intimidasi

TANGERANG SELATAN, deliksatu.com – Proyek pembangunan Long Storage senilai sekitar Rp4,4 miliar di Perumahan Puri Flamboyan, Rempoa, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menuai sorotan.

Tak hanya soal kualitas pekerjaan, warga juga mengaku mengalami dugaan intimidasi setelah mempertanyakan pelaksanaan proyek tersebut.

Dugaan intimidasi mencuat setelah sekitar lima orang berseragam disebut mendatangi lokasi dan mempertanyakan keberadaan warga.

Mereka bahkan diduga meminta warga menunjukkan KTP untuk memastikan status domisili.

Pengurus RT dan RW setempat turut meminta kejelasan mengenai identitas serta kapasitas orang-orang berseragam tersebut, termasuk siapa pihak yang mengerahkan mereka ke lokasi proyek.

Baca Juga  Asah Strategi Lewat Lomba Kartu, Insan BRILian KC Cilegon Semarakkan HUT BRI ke-130

Sebelumnya, warga mengungkap sejumlah kejanggalan dalam pengerjaan proyek sepanjang kurang lebih 300 meter itu.

Mulai dari papan informasi proyek yang disebut baru terpasang pada hari kedelapan, penggunaan alat berat untuk pengangkatan U-Ditch yang baru terlihat mendekati hari kesembilan, hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Warga juga mempertanyakan pemasangan U-Ditch yang disebut tanpa lapisan dasar. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap mutu dan ketahanan konstruksi.

Baca Juga  Silaturahmi Pemimpin Cabang BRI Bumi Serpong Damai ke Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan

Atas temuan itu, warga mendesak Pemerintah Kota Tangsel melakukan evaluasi menyeluruh, baik terhadap kesesuaian spesifikasi teknis, transparansi anggaran, maupun pengawasan pelaksanaan proyek.

Sementara itu, pihak Kecamatan Ciputat Timur dan Kelurahan Rempoa disebut belum mengetahui persoalan maupun dugaan intimidasi yang dikeluhkan warga.

Redaksi telah melayangkan surat konfirmasi kepada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Tangsel.

Baca Juga  Tragis! Siswa MI di Setu Tangsel Meninggal Kesetrum Saat Kejar Layangan

Namun, hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Tangsel. Pihak kontraktor juga belum memberikan penjelasan.

Warga berharap proyek yang menggunakan anggaran publik tersebut diawasi secara terbuka, sekaligus memastikan masyarakat dapat menyampaikan kritik tanpa tekanan.

Hingga kini, dugaan intimidasi maupun berbagai persoalan teknis yang disampaikan warga masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait.

Editor : Glend/red

Mengungkap Fakta
X
×
Deliksatu