Penuh Warna, Kenduri Jilid II di Pondok Karya Jadi Pesta Rakyat

Deliksatu.com, Tangerang Selatan – Suasana meriah mewarnai Festival Kenduri Jilid II Tahun 2025 yang digelar di Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren, Sabtu (6/9/2025). Mengusung tema “Kampung Tumaritis”, acara ini menjadi pesta rakyat yang menghadirkan seni budaya Nusantara sekaligus mempererat silaturahmi warga.

Ketua Panitia, Dahlan, mengatakan Kenduri telah menjadi agenda tahunan sejak pertama kali digelar pada 2024. “Tahun ini persiapannya lebih panjang, sekitar tiga bulan, agar lebih matang. Kenduri bukan sekadar hiburan, tetapi sarana kebersamaan warga untuk menjaga kekompakan dan merawat tradisi,” ujarnya.

Baca Juga  Pemda Jabar Siapkan Aplikasi Pemesanan Minyak Goreng Untuk Bantu Warga Miskin

Festival dibuka dengan karnaval kue abuk khas Betawi, dilanjutkan dengan pencak silat, tari-tarian, hingga kesenian selempang Betawi. Malam harinya, warga kembali dihibur dengan pertunjukan musik bernuansa Benyamin Sueb, yang semakin menghidupkan suasana.

Lurah Pondok Karya, Hendi Apriansyah, S.E., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Kenduri. Menurutnya, festival ini bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga mempererat persaudaraan. “Kegiatan ini memberi ruang bagi warga untuk berkreasi, menampilkan budaya dari 10 RW, sekaligus wadah positif bagi pemuda sebagai generasi penerus bangsa,” jelasnya.

Baca Juga  BRI Kanca Tangerang Merdeka Gelar Sparing Mini Soccer Bertema Trofeo

Apresiasi juga datang dari Sekretaris Camat Pondok Aren, Ma’mun, yang hadir mewakili camat. Ia menilai semangat gotong royong warga Pondok Karya patut menjadi teladan bagi wilayah lain. “Kegiatan ini diinisiasi masyarakat dan didukung APBD, menunjukkan kekompakan warga dalam menjaga budaya lokal,” ucapnya.

Tak hanya seni, Festival Kenduri juga melibatkan 10–14 pelaku UMKM yang menjajakan kuliner dan kerajinan lokal. Dukungan Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan pun memperkuat posisi Kenduri sebagai agenda resmi tahunan, sekaligus berpotensi menjadi ikon budaya daerah.

Hingga malam hari, antusiasme warga tetap tinggi. Suasana kebersamaan dan semangat keguyuban menjadikan Kenduri Jilid II 2025 sebagai pesta rakyat sekaligus bukti nyata bahwa tradisi dapat dirawat sekaligus dikemas dengan nuansa kekinian. (GR)