DelikSatu.com | KOTA TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang resmi memulai program penelusuran kontak (tracing) Tuberculosis (TBC) yang terintegrasi dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini menjadi langkah percepatan deteksi dini sekaligus mendukung target Eliminasi TBC Tahun 2030.
Pelaksanaan perdana program tersebut ditinjau dalam rangkaian kunjungan kerja Penjabat Ketua TP PKK Provinsi Banten di Kelompok Wanita Tani (KWT) Hijau Daun, Kelurahan Alam Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Senin (27/7/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, Kota Tangerang mendapat amanah menjalankan program akselerasi dengan target penanganan di 430 lokus hingga November 2026.
“Hari ini merupakan kegiatan perdana untuk program tracing TBC yang terintegrasi dengan CKG di Kota Tangerang. Kita mendapat tugas untuk menyelesaikan 430 lokus hingga November mendatang. Untuk hari pertama ini, ada lima lokus yang berjalan secara bersamaan,” ujar dr. Dini.
Pada setiap lokus, pemeriksaan menyasar sekitar 100 orang yang merupakan kontak erat pasien positif TBC. Layanan yang diberikan meliputi tracing TBC, skrining Ransel TBC, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta pemeriksaan rontgen paru menggunakan alat portable untuk mendukung deteksi dini.
“Tracing ini fokus kita lakukan pada keluarga dan lingkungan terdekat dari pasien positif TBC. Tujuannya agar kita bisa mendeteksi potensi kasus baru secara presisi sekaligus memutus rantai penularannya di masyarakat,” katanya.
Program ini dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor bersama tenaga kesehatan dan kader kesehatan. Ke depan, Dinkes Kota Tangerang juga menargetkan empat lokus pemeriksaan di Kelurahan Alam Jaya.
Untuk mendukung percepatan eliminasi TBC, dr. Dini mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan gratis dan tidak ragu mengikuti skrining apabila diundang petugas kesehatan.
“Pesan saya untuk seluruh masyarakat Kota Tangerang, jangan takut, jangan malu dan jangan segan. TBC bukan penyakit yang menakutkan atau memiliki stigma negatif, justru harus kita berantas bersama. Jika ada kader atau petugas puskesmas yang mengajak skrining TBC maupun CKG, mari datang dan periksakan diri. Jika ditemukan kasus positif, kunci utamanya adalah pengobatan sampai tuntas,” tutupnya.
Adapun lima lokasi pelaksanaan tracing TBC tahap awal meliputi wilayah kerja Puskesmas Jatiuwung, Puskesmas Periuk Jaya, Puskesmas Tajur, Puskesmas Cipadu, dan Puskesmas Panunggangan Barat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Tangerang optimistis target Program Cek Kesehatan Gratis tahun 2026 dapat tercapai sekaligus mempercepat upaya eliminasi TBC di Kota Tangerang.

