Darurat Sampah Tangsel Dicabut, Truk Berpelat A Mulai Lalu Lalang

TANGERANG SELATAN, deliksatu.comUpaya penanganan darurat sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menunjukkan hasil. Aktivitas angkutan sampah tampak meningkat di sejumlah ruas jalan pada Jumat (30/1/2026), dengan armada berpelat A (Banten) terlihat lalu lalang mengangkut sampah keluar wilayah Tangsel.

Perubahan pola pengangkutan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam mengatasi persoalan sampah yang sempat menumpuk dan berserakan di jalan raya maupun lingkungan permukiman warga selama beberapa bulan terakhir.

Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, Maria Theresia Suardja, BSC, membenarkan penggunaan kendaraan berpelat A tersebut.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Jombang.

Baca Juga  Ibadah Natal Bersama di Lapas Kelas I Tangerang, Dorong Warga Binaan Bangkit dan Berubah

“Ini sudah menjadi kesepakatan bersama semua unsur terkait. Semoga dengan langkah ini, darurat sampah di Tangerang Selatan benar-benar dapat teratasi dan kota kita bisa kembali bersih,” kata Maria kepada wartawan.

Seiring membaiknya sistem pengangkutan sampah, Wali Kota Tangerang Selatan secara resmi mencabut status Darurat Sampah yang sebelumnya diberlakukan akibat kompleksnya permasalahan pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, H. Pilar Saga Ihsan, menjelaskan bahwa saat ini pengiriman sampah ke Serang menggunakan armada berpelat A.

Sementara itu, kendaraan Amrol milik Pemkot Tangsel dengan bak berwarna hijau difokuskan untuk melayani pengangkutan sampah dari lingkungan warga.

Baca Juga  Tanding Liga PS 4, Wakil Walikota Tangsel Tandai Pembukaan Football PES 2021

“Untuk pengiriman sampah ke Serang menggunakan kendaraan berpelat A. Sedangkan armada Amrol Tangsel yang bak hijau khusus untuk menarik dan mengangkut sampah dari lingkungan masyarakat,” jelas Pilar.

Menurut Pilar, pembagian fungsi armada ini dilakukan agar proses pengangkutan lebih efektif dan tidak mengganggu pelayanan kebersihan di tingkat permukiman.

Di sisi lain, warga menyambut positif langkah tersebut. Rudi (42), warga Kelurahan Jombang, mengaku kondisi lingkungan mulai membaik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

“Sekarang sudah jarang lihat sampah numpuk di pinggir jalan. Truk juga lebih sering lewat. Mudah-mudahan ini terus dijaga, jangan cuma sementara,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Siti (35), warga BSD. Ia berharap Pemkot Tangsel tidak hanya fokus pada pengangkutan, tetapi juga memperbaiki sistem pengelolaan sampah jangka panjang.

Baca Juga  Rombak Hakim di Jakarta, Ketua MA: Jangan Ada Lagi Pelayanan Transaksional

“Angkutannya sudah bagus, tinggal ke depan pengelolaannya diperbaiki supaya kejadian darurat sampah nggak terulang lagi,” katanya.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap, optimalisasi armada angkutan sampah serta sinergi lintas daerah ini dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam penanganan sampah, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Editor : Glend