Deliksatu.com | Kota Tangerang ,. – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini cuaca tiga harian untuk wilayah Provinsi Banten yang berlaku pada 6 hingga 8 April 2026. Dalam periode tersebut, masyarakat di Kota Tangerang diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpeluang disertai angin kencang dan petir.
Kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu genangan hingga banjir di sejumlah wilayah rawan. Menyikapi hal itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang mengoptimalkan pemanfaatan layanan digital SiPantau sebagai sarana pemantauan dini kondisi tinggi muka air sungai secara real-time.
Kepala DPUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi SiPantau sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada kondisi lingkungan permukiman.
“Melalui aplikasi tersebut, warga dapat memperoleh informasi terkini terkait kondisi tinggi muka air dan peringatan dini banjir secara real-time,” jelas Taufik, Selasa (7/4/26).
Ia menambahkan, aplikasi SiPantau dapat diakses selama 24 jam dan dilengkapi sistem notifikasi otomatis yang akan memberikan peringatan dini kepada pengguna apabila terdeteksi potensi kenaikan muka air di wilayah sekitar.
Cukup dengan melakukan pendaftaran dan mengaktifkan notifikasi lokasi, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia, mulai dari pemantauan CCTV sungai, informasi status siaga banjir, hingga perkembangan kondisi lapangan secara langsung sebagai bahan pengambilan keputusan cepat saat kondisi darurat.
“SiPantau hadir untuk mempercepat penyampaian informasi terkait tinggi muka air sungai dan kondisi cuaca ekstrem agar masyarakat dapat mengambil langkah cepat saat situasi darurat,” katanya.
Aplikasi SiPantau juga telah terintegrasi dengan simpul jaringan informasi geospasial Pemerintah Kota Tangerang serta sistem peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG. Integrasi tersebut memperkuat kecepatan distribusi informasi kebencanaan kepada masyarakat secara akurat dan terukur.
“Melalui SiPantau, masyarakat tidak perlu menunggu informasi dari media sosial atau berita. Notifikasi otomatis akan dikirim langsung ke ponsel ketika terdeteksi kenaikan muka air di sungai terdekat,” tutupnya.
Pemanfaatan layanan SiPantau menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang melalui DPUPR dalam memperkuat sistem mitigasi banjir berbasis teknologi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah perkotaan.

