Daerah  

Hoaks Minol di Sosial Media, Pengusaha Johan Sugiarto Buka Suara

JAWA TIMUR, deliksatu.comBeberapa hari terakhir, sosial media sempat dihebohkan dengan pemberitaan yang menyebut nama pengusaha asal Malang, Johan Sugiarto sebagai bandit cukai yang bekerjasama dengan beberapa pejabat di Bea Cukai untuk memuluskan bisnis impor serta ternak pita cukai di area Pamekasan.

Johan Sugiharto, yang juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial di kalangan pengusaha Malang menyayangkan adanya pemberitaan yang merugikan dirinya sekaligus menggiring opini negatif yang menyangkut pautkan kinerja Bea Cukai dibawah Kementrian Keuangan.

Baca Juga  Bupati Cirebon Secara Simbolis Serahkan DIPA Petikan dan Buku Alokasi TKD 2023

Ia menjelaskan, dirinya bukanlah importir minuman beralkohol seperti yang diberitakan dalam beberapa platform social media yang diambil dari tautan pemberitaan Forum Keadilan dengan Judul Menteri Keuangan Baru, Mafia Rokok Ilegal Johan Sugiharto Tidur Tidak Tenang yang ditayangkan pada hari Jumat, 12 September 2025 di sini platform TikTok. Selain itu ia pun membantah keterlibatannya dalam pemalsuan pita cukai yang selama ini kerap dituduhkan kepada dirinya.

Baca Juga  Menteri ATR/Kepala BPN: PTSL Harus Segera Diselesaikan

Johan pun mengakui selama menjalankan bisnisnya, dirinya memang tak luput dari kesalahan. Bisnis rokoknya pun pernah mendapatkan sanksi dari Bea Cukai dan usahanya pun sempat ditutup.

“Belajar dari kesalahan itu, kemudian saya melakukan perbaikan serta mematuhi aturan aturan yang ditetapkan Bea Cukai dalam menjalankan bisnisnya,” jelas Johan dalam keterangannya. 

Dirinya berharap segala pemberitaan negatif tersebut tidak serta merta diserap oleh masyarakat.

Baca Juga  BRI Cabang Bintaro Gelar Olahraga Padel Bersama untuk Perkuat Sinergi Internal

Ia pun menghimbau kepada pihak pihak yang menyebarkan berita serta opini opini negatif terlebih hoaks untuk dapat berhenti membuat pemberitaan yang dapat memancing perpecahan antara pengusaha dengan pihak pihak terkait baik aparat ataupun pemerintahan.

(Alwi/rls)

Editor : Admin