Breaking News

Kabar Baik! Stunting di Kota Tangerang Bertahan 5,4 Persen, Dinkes Perkuat Pencegahan Kasus Baru

Deliksatu.com | KOTA TANGERANG — Upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam mempercepat penurunan stunting terus menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) hingga Mei 2026, prevalensi stunting di Kota Tangerang tercatat sebesar 5,4 persen, atau relatif stabil dibandingkan periode sebelumnya.

Meski angka tersebut berada di kisaran lima persen, Pemerintah Kota Tangerang menegaskan bahwa upaya penanganan dan pencegahan akan terus diperkuat. Fokus utama saat ini bukan hanya menangani anak yang mengalami stunting, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru sejak dini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan seluruh pihak harus bersama-sama menjaga agar angka stunting tidak kembali meningkat.

Baca Juga  Peringati Kemerdekaan HUT RI ke-78 Warga Benda Baru Gelar Acara Bertema " Villa Dago Minifest Semarak Hari Merdeka RW 20".

“Data e-PPGBM hingga Mei 2026 menunjukkan prevalensi stunting di Kota Tangerang berada di angka 5,4 persen. Angka ini relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya, namun setiap anak yang mengalami stunting tetap menjadi perhatian serius bagi kami,” ujarnya.

Menurutnya, strategi penanganan kini lebih diarahkan pada langkah preventif melalui intervensi sejak masa remaja, calon pengantin, ibu hamil hingga balita. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memutus rantai munculnya kasus stunting baru di masa mendatang.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), tren stunting di Kota Tangerang mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Angka prevalensi tercatat 19,1 persen pada 2018, kemudian turun menjadi 16,4 persen pada 2019. Setelah survei tidak dilakukan pada 2020 akibat pandemi, angka kembali menurun menjadi 15,3 persen pada 2021 dan 11,8 persen pada 2022.

Baca Juga  Ketua DPC Partai PKB Tangsel Drs.Hj.Muthmainnah Hadir Pada Acara "Vila Dago Minifest", Jadikan Event Sebagai Ajang Silaturahmi

Pada 2023 prevalensi sempat meningkat menjadi 17,6 persen sebelum kembali turun menjadi 11,2 persen pada 2024. Sementara itu, survei SSGI tidak dilaksanakan pada 2025.

Dinas Kesehatan menilai keberhasilan penurunan stunting tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan. Sekitar 70 persen intervensi dipengaruhi oleh faktor lain seperti kesejahteraan keluarga, sanitasi lingkungan, pola asuh, hingga edukasi masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat berbagai program mulai dari pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, pemeriksaan kesehatan calon pengantin, layanan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, pemantauan tumbuh kembang balita melalui Posyandu, hingga pemanfaatan aplikasi SIDATA yang terintegrasi dengan e-PPGBM untuk mempercepat deteksi dan penanganan.

Baca Juga  Dinkes Kota Tangerang Maksimalkan Pelayanan Gratis

Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat, Pemerintah Kota Tangerang berharap angka stunting dapat terus ditekan sehingga semakin banyak anak tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik.


Berita Terkait

Mengungkap Fakta
X