Breaking News

Warga Tolak SMPN 25 Tangsel 4 Lantai, Pemkot Tunda Proyek dan Turun ke Lapangan

TANGERANG SELATAN, deliksatu.comRencana Pemerintah Kota Tangerang Selatan membangun gedung baru SMP Negeri 25 setinggi empat lantai di kawasan Perumahan Bukit Nusa Indah, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, menuai penolakan keras dari warga.

Kekhawatiran soal kemacetan, dampak lingkungan, hingga kenyamanan permukiman menjadi alasan utama warga menolak proyek tersebut.

Penolakan itu mengemuka dalam pertemuan koordinasi yang digelar di Aula Kelurahan Serua, Jumat (14/8/2026).

Hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangsel Budi R, Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Camat Ciputat, Lurah Serua, serta pengurus RT dan RW setempat.

Namun, pertemuan yang diharapkan menjadi jalan keluar justru berakhir tanpa keputusan final. Warga bersikukuh menolak sebelum ada penjelasan menyeluruh dan dialog langsung di lokasi rencana pembangunan.

Baca Juga  Lagi, Satpol PP Tangsel Razia Tempat Hiburan Famous Karaoke, 41 Wanita LC di Amankan 

Ketua RT 03 RW 16 Perumahan Bukit Nusa Indah, Yuni, mengatakan warga merasa tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan awal proyek.

Menurutnya, pembangunan sekolah empat lantai di tengah kawasan hunian berpotensi menambah beban lalu lintas dan mengganggu lingkungan sekitar.

“Dulu saat SMPN 23 dan SMPN 24 beroperasi dengan jumlah siswa yang tidak terlalu banyak saja dampaknya sudah terasa. Sekarang tiba-tiba ada rencana bangunan empat lantai tanpa diskusi lebih dulu dengan warga,” ujar Yuni.

Tak hanya mempersoalkan pembangunan sekolah baru, warga juga menyoroti proses pembongkaran bangunan lama yang dinilai semrawut.

Mereka mengaku kecewa karena vendor pembongkaran tidak menjalankan komitmen yang pernah disampaikan kepada warga, mulai dari sosialisasi teknis hingga penyemprotan air untuk mengurangi debu.

Baca Juga  234 SC Tangsel Sambangi Polres, Perkuat Sinergitas Jaga Kondusivitas

“Puing-puing bekas pembongkaran sampai sekarang juga belum dirapikan. Itu jelas tidak sesuai dengan yang dijanjikan,” katanya.

Yuni menegaskan dirinya membawa mandat warga untuk tidak menyetujui keputusan apa pun sebelum pemerintah turun langsung ke lapangan dan mendengar aspirasi masyarakat secara terbuka.

“Hari ini belum ada keputusan. Warga meminta jangan ada keputusan sepihak sebelum pihak dinas datang ke lokasi dan berdiskusi langsung dengan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris DCKTR Tangsel, Budi R, menjelaskan pembangunan SMPN 25 direncanakan untuk menjawab kebutuhan fasilitas pendidikan di wilayah Serua yang terus meningkat.

Menurutnya, konsep gedung empat lantai merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang pemerintah daerah.

“Gedung empat lantai itu bukan untuk kebutuhan dua atau tiga tahun ke depan saja. Ini investasi pendidikan jangka panjang sehingga kapasitasnya disiapkan sejak awal,” kata Budi.

Baca Juga  Menuju Banten Bebas Narkoba: Gerakan Rehabilitasi GRANID Perkuat Edukasi, Rehabilitasi, dan Sinergi Kepolisian dan BNN

Terkait keluhan warga soal pembongkaran bangunan lama, Budi mengakui hasil pekerjaan di lapangan belum sesuai harapan masyarakat.

Meski demikian, ia menegaskan proses pembongkaran tersebut bukan dilakukan langsung oleh DCKTR.

“Memang kondisi pasca pembongkaran kemarin tidak sesuai harapan warga dan itu menjadi catatan kami,” ujarnya.

Sebagai jalan tengah, Pemkot Tangsel memutuskan menunda sementara tahapan rencana pembangunan SMPN 25 di lokasi tersebut.

DCKTR bersama Dinas Pendidikan dan pihak terkait akan melakukan pertemuan lanjutan langsung di lokasi untuk mendengarkan masukan warga.

“Nanti akan ada pertemuan lanjutan di lokasi. Kami akan menghadirkan Bidang Tata Ruang DCKTR dan juga Badan Aset agar semua persoalan bisa dibahas secara terbuka,” pungkas Budi.

Editor : Glend

Mengungkap Fakta
X
×
Deliksatu