Breaking News

Water Tank 10 Juta Liter Bikin Warga Waswas, KPKB Desak KDM Bertindak

DEPOK, deliksatu.comSekretaris Umum Kumpulan Pemantau Korupsi Bersatu (KPKB), Zeffri, menegaskan pihaknya tidak ingin persoalan water tank berkapasitas 10 juta liter di Perumahan Pesona Depok II hanya berhenti pada keluhan warga.

Menurut Zeffri, dokumen kajian teknis menjadi hal penting untuk memastikan apakah pembangunan dan pengoperasian water tank tersebut telah memenuhi aspek keselamatan serta ketentuan teknis yang berlaku.

“Kami tidak ingin berspekulasi. Yang kami minta sederhana, buka kajian teknisnya. Kalau memang secara teknis aman, tunjukkan dokumennya dan jelaskan kepada masyarakat,” ujar Zeffri dalam keterangannya kepada wartawan. Rabu (16/9/2026) 

Ia mengatakan KPKB sebelumnya telah berupaya meminta informasi kepada PT Tirta Asasta Depok terkait kajian teknis dan dokumen pendukung pembangunan water tank.

Namun, menurutnya, informasi yang diminta belum diperoleh secara terbuka.

“Beberapa kali kami menanyakan kajian teknis dan SELF kepada PT Tirta Asasta Depok, tetapi jawaban yang kami terima justru menjadi pertanyaan kepada kami. Karena itu, kami akan menempuh mekanisme sengketa informasi melalui sidang KIP agar persoalan ini bisa terang,” katanya.

Baca Juga  Pemimpin Cabang Jakarta Daan Mogot Serahkan Piala Mini Soccer, Dorong Sportivitas dan Kebersamaan

Zeffri menilai keterbukaan informasi diperlukan bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan untuk menjawab keresahan warga yang tinggal di sekitar lokasi.

“Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Jangan sampai warga terus berada dalam kondisi waswas karena tidak mendapatkan penjelasan teknis yang jelas. Kami ingin semuanya dibuktikan berdasarkan kajian dan data, bukan sekadar pernyataan,” tegas Zeffri.

Ia berharap pihak terkait dapat memberikan akses terhadap dokumen yang relevan sehingga masyarakat memperoleh kepastian mengenai kondisi dan keamanan water tank tersebut.

“Kalau memang aman, mari buktikan secara terbuka. Kalau ada persoalan teknis, tentu harus segera dicari solusinya. Intinya, keselamatan warga harus menjadi perhatian utama,” pungkasnya.

Dede Minta KDM Turun Tangan

Ketua Umum Kumpulan Pemantau Korupsi Bersatu (KPKB), Dede Mulyana, meminta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun tangan menyikapi keresahan warga Perumahan Pesona Depok II terkait keberadaan water tank berkapasitas 10 juta liter tersebut.

Baca Juga  Ketua Sekaligus Founder PEPI mengadakan Giat Pendampingan UMKM Naik Kelas dan Kelengkapan LEGALITAS (NIB & HALAL SELF DECLARE)

Dede menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut rasa aman masyarakat yang rumahnya berada di sekitar lokasi. Menurutnya, pemerintah perlu segera memastikan kondisi water tank melalui pemeriksaan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami meminta Pak Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat turun tangan. Jangan menunggu sampai terjadi kecelakaan atau bahkan korban jiwa baru kemudian ada tindakan. Keselamatan warga harus menjadi prioritas,” ujar Dede.

Ia juga mendesak pihak terkait membuka kajian teknis pembangunan dan pengoperasian water tank kepada masyarakat. Menurut Dede, keterbukaan informasi diperlukan agar keresahan warga dapat dijawab berdasarkan data dan hasil pemeriksaan, bukan sekadar asumsi.

“Kalau memang water tank itu dinyatakan aman, sampaikan kepada masyarakat berdasarkan kajian teknis yang jelas. Kalau ada persoalan, harus segera dicari solusinya. Jangan biarkan warga terus hidup dalam rasa waswas,” tegasnya.

Baca Juga  Maraknya Toko Kosmetik Yang Menjual Obat Tramadol dan Eksimer, FWJI DPW Banten Desak BPOM Bergerak Cepat

Dede mengatakan KPKB telah melaporkan persoalan tersebut kepada KPK pada 4 September 2026. Selain itu, pihaknya juga akan menempuh jalur Keterbukaan Informasi Publik untuk memperoleh dokumen dan kajian teknis yang dibutuhkan.

“Kami tidak sedang mencari-cari kesalahan siapa pun. Kami ingin persoalan ini terang dan ada kepastian. Jangan sampai ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, semua pihak baru saling menyalahkan,” katanya.

Dede berharap pemerintah daerah bersama pihak pengelola water tank segera memberikan penjelasan secara terbuka kepada warga serta melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi bangunan.

“Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Satu korban saja sudah tidak bisa dikembalikan. Karena itu, jangan menunggu ada kejadian terlebih dahulu baru bertindak,” pungkas Dede.

Penulis : Aas

Mengungkap Fakta
X
Ă—
Deliksatu