Breaking News

Sebaran Abu GAK Makin Luas, BPBD Kota Tangerang Ungkap Wilayah yang Sudah Terdampak

Poto : Istimewa

DelikSatu.com | TANGERANG – Sebaran abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau GAK dilaporkan semakin meluas dan telah menjangkau sebagian besar wilayah Kota Tangerang, Banten, pada Minggu 6 September 2026. Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kota Tangerang meningkatkan pemantauan sekaligus mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap dampak abu vulkanik.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan laporan terbaru menunjukkan abu vulkanik telah mencapai wilayah Karang Tengah yang berbatasan langsung dengan Jakarta. Menurutnya, masuknya abu ke kawasan tersebut menjadi indikasi bahwa sebaran abu telah menjangkau sebagian besar wilayah Kota Tangerang.

Laporan mengenai sebaran abu vulkanik tersebut diterima BPBD pada Minggu pagi. Mahdiar menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sejak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kembali meningkat. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan sebaran abu sekaligus menentukan langkah mitigasi yang diperlukan.

Baca Juga  Spirit 30 Tahun, Yayasan Spiritia Luncurkan Lagu Inspiratif “Rengkuh Hati"

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kembali memuncak melalui erupsi beruntun sejak Jumat malam 4 September 2026. Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap wilayah yang berada dalam arah pergerakan sebaran abu. BPBD Kota Tangerang juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG dalam melakukan pemantauan dan mitigasi.

Berdasarkan analisis citra RGB Himawari 9 serta pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi PVMBG bersama Volcanic Ash Advisory Centre VAAC Darwin, sebaran abu vulkanik pada Minggu 6 September 2026 pukul 05.00 WIB terbagi dalam dua klaster utama.

Pada ketinggian hingga 20.000 kaki, sebaran abu bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat serta perairan di sekitarnya. Sementara pada ketinggian hingga 50.000 kaki, sebaran bergerak ke arah barat daya hingga barat laut yang meliputi Banten, Bengkulu, Lampung, Selat Sunda bagian selatan serta wilayah Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten.

Baca Juga  Dewi Aladih Terpilih Jadi Ketua RW 01 Cikokol, Unggul dalam Pemungutan Suara

BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta melindungi mata, menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi sebaran abu masih berlangsung.

Dampak abu vulkanik juga dilaporkan menimbulkan iritasi mata pada sebagian warga di Jawa Barat. Kondisi sebaran abu tersebut turut berdampak terhadap aktivitas penerbangan hingga Bandara Soekarno Hatta dilaporkan mengalami penutupan pada Minggu dini hari.

Sementara itu Kepala Pos Pemantau Gunung Api PGA Anak Krakatau Deni Mardiono mengatakan hujan abu tipis mulai menerpa kawasan pesisir Banten akibat embusan angin yang bergerak ke arah timur. Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Baca Juga  Dalam Rangka Haflah Tilawatil Qur'an 1446 H/2025 Pondok Pesantren Al-Quraniyyah Menghadirkan Qari Internasional Dan Syekh Dari Iran

Masyarakat maupun wisatawan kembali diingatkan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari kawah. Jarak aman tersebut harus dipatuhi untuk menghindari potensi bahaya akibat lontaran material vulkanik, sebaran abu serta gas beracun.

Dengan meluasnya sebaran abu vulkanik hingga wilayah Kota Tangerang, masyarakat diminta tidak panik namun tetap mengikuti informasi resmi dari BPBD, BMKG dan PVMBG. Perkembangan arah angin dan sebaran abu dapat berubah sehingga warga di wilayah terdampak perlu terus memperhatikan informasi dan imbauan kebencanaan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.

 

Mengungkap Fakta
X
×
Deliksatu