Deliksatu.com | Kota Tangerang – Bukan sekadar lantunan shalawat dan tausiyah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Mushola Al Ikhlas Lembang 2, RT 03/RW 08, Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Digelar Sabtu (19/9/2026), kegiatan yang mengusung tema “Maulid Nabi SAW: Menentukan Arah Hidup dan Kedamaian Hati Melalui Keteladanan Rasulullah SAW” itu berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.
Sejak selepas salat Magrib, jamaah mengikuti pembacaan Yasin dan dzikir bersama. Nuansa religius semakin terasa ketika kelompok Hadroh dari Ta’lim ibu-ibu tampil membawakan rawi Maulidan secara bersama-sama.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ketua DKM Masjid Al Akhyar H. Ahmad Nurhasan, S.Pd.I., Ketua ICMI kota Tangerang Dr. H. A. Jazuli Abdillah S.M.I, Ketua RW 08 Budimansyah, Ketua RT 02 Opick Arahman, Ketua RT 03 Masri Agung, Ketua RT 01 Oon Ahmad Afandi, Ketua RT 05 Mat Lahu Cahyadi, tokoh agama, tokoh masyarakat, tamu undangan serta jamaah Mushola Al Ikhlas.
Panggung tausiyah menghadirkan dua penceramah, yakni Ustadz Hermawan Hanafi, S.Pd.I. dan Ustadz M. Sopyan Ishaq, S.Pd.I. Sementara lantunan ayat suci Al-Qur’an dibawakan Qori Ustadz Dian Hafidz, S.Q., M.Pd.
Ketua Panitia Maulid Nabi, Dedy Wahyudi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah dan tamu undangan yang telah hadir.
“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kehadiran dan dukungan Bapak Ibu serta seluruh jamaah. Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaan acara ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan, tempat maupun pelayanan kami,” ujar Dedy.
Ia juga tidak melupakan kontribusi para donatur yang membantu terselenggaranya kegiatan, termasuk menyediakan makanan ringan bagi jamaah.
“Saya berterima kasih kepada para donatur yang telah membantu terlaksananya Maulid kita ini maupun yang telah membantu makanan ringan, semuanya hingga terlaksana,” katanya.
Menurut Dedy, esensi Maulid bukan hanya mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi bagaimana kecintaan kepada Rasulullah diwujudkan dalam perilaku sehari-hari
“Semoga melalui peringatan Maulid Nabi kita ini semakin mengenal Rasulullah, mencintai beliau dan mampu meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Menariknya, sambutan Ketua RW 08 Budimansyah tidak hanya berbicara mengenai kehidupan keagamaan. Ia juga menyampaikan perkembangan pembangunan yang tengah dirasakan masyarakat di wilayahnya.
Budimansyah menyebut sejumlah warga telah mendapatkan program bedah rumah dari pemerintah. Di RT 03 terdapat satu rumah, sementara di RT 01 terdapat dua rumah yang mendapatkan program tersebut.
Selain itu, pembangunan infrastruktur di Kampung Lembang juga menjadi perhatian. Salah satunya peningkatan, pelebaran dan peninggian akses jembatan yang selama ini dinantikan masyarakat.
“Alhamdulillah itu memang program kita sudah lama dan alhamdulillah pada tahun ini terealisasi. Semoga apabila nanti setelah selesai jembatan tersebut dapat digunakan oleh masyarakat kita dengan baik,” ujarnya.
Namun, pembangunan juga membawa konsekuensi sementara bagi warga. Akses kendaraan diperkirakan mengalami gangguan selama proses pekerjaan berlangsung.
“Saya beserta pengurus yang lain meminta maaf bilamana dalam beberapa hari ini, ke depan dan mungkin sebulan lebih, ibu-ibu atau bapak jalannya terganggu. Jadi harus muter dulu,” katanya.
Untuk pejalan kaki, pengurus lingkungan telah menyediakan jembatan bambu yang disebutnya telah berfungsi dengan baik.
Menutup sambutannya, Budimansyah menyampaikan pesan yang relevan dengan makna peringatan Maulid Nabi.
Ia mengajak masyarakat tidak menjadikan Maulid sekadar agenda tahunan tanpa mengambil pelajaran dari ilmu dan nasihat yang disampaikan.
“Apabila kita menerima ilmu dari siapapun, baik itu dari ustaz, teman, maupun orang tua, yang baik kita ambil, yang jelek kita buang,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa momentum Maulid seharusnya tidak berhenti pada acara seremonial.
“Saya berharap jangan sampai momen ini hilang. Maulidan ini jangan hanya sekadar seremonial saja. Jadi kita telaah, kita pilah-pilah mana yang baik untuk kita,” sambungnya.
Di tempat yang sama, perwakilan Ketua DKM Mushola Al Ikhlas, H. Djaya, mengungkapkan sejumlah kegiatan keagamaan yang rutin digelar di mushola tersebut.
Untuk masyarakat, pengajian Yasin digelar setiap malam Jumat. Sementara majelis taklim ibu-ibu berlangsung setiap Selasa, disusul pengajian atau tafsir Al-Qur’an setiap Kamis.
Mushola Al Ikhlas juga memiliki kegiatan Hadroh yang turut tampil dalam peringatan Maulid Nabi. Adapun bagi bapak-bapak, pengajian tafsir dilaksanakan setiap malam Rabu dan dipimpin Ustaz Hadi.
“Alhamdulillah, kegiatan keagamaan di Mushola Al Ikhlas cukup aktif. Kita juga memiliki kegiatan Hadroh dan pengajian untuk bapak-bapak maupun ibu-ibu,” ujar H. Djaya.
Ia mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga dan meramaikan berbagai kegiatan di mushola.
“Mari kita bersama-sama mendukung dan meramaikan kegiatan di mushola. Dengan dukungan seluruh masyarakat, mudah-mudahan kegiatan keagamaan di Mushola Al Ikhlas semakin aktif dan ke depannya menjadi lebih baik,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan ramah tamah. Warga pun kembali bersilaturahmi dalam suasana penuh kebersamaan.
Syam

