Breaking News

9.239 Akseptor Jadi Target, DP3AP2KB Tangerang Jemput Bola ke 3 Pasar

DP3AP2KB Kota Tangerang memberikan edukasi KB dan kontrasepsi kepada masyarakat di Pasar Poris Indah.

DelikSatu.com | KOTA TANGERANG | Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang menggelar sosialisasi keluarga berencana (KB) dan kontrasepsi langsung di tengah masyarakat, Kamis (24/9).

Kegiatan berlangsung serentak di Pasar Anyar, Pasar Bandeng dan Pasar Poris Indah. Agenda tersebut merupakan rangkaian World Contraception Day atau Hari Kontrasepsi Dunia yang diperingati setiap 26 September.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian, SE, M.Si mengatakan, konsep terobos pasar dilakukan untuk mendekatkan pelayanan serta informasi KB kepada masyarakat di lokasi mereka beraktivitas.

“Konsep ini mengusung pendekatan datang ke pasar, mendekatkan pelayanan dan membantu masyarakat merencanakan keluarga. Sosialisasi tidak hanya memberikan informasi mengenai alat kontrasepsi, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan penjelasan mengenai pilihan metode yang tersedia,” ujarnya.

Tihar menjelaskan, sasaran utama kegiatan adalah pasangan usia subur dengan rentang sekitar 20 sampai 35 tahun. Edukasi diberikan agar masyarakat memahami pentingnya mengatur jarak kelahiran dan merencanakan kehamilan.

Baca Juga  Buruan Belanja Minimal Rp.75.000 Di Alfa Midi, Anda Berpeluang Bawa Pulang Rp.10 Juta

“Dalam penyuluhan juga disampaikan konsep empat terlalu, yaitu tidak terlalu muda, tidak terlalu tua, tidak terlalu banyak dan tidak terlalu dekat,” tukasnya.

Materi yang diberikan mencakup kontrasepsi hormonal dan non-hormonal, termasuk metode kontrasepsi jangka panjang atau MKJP. Masyarakat diarahkan berkonsultasi terlebih dahulu agar pilihan metode dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan.

Kepala UPT Keluarga Berencana DP3AP2KB Kota Tangerang, Hj. Nuraini, mengatakan masih terdapat warga yang belum memahami pilihan kontrasepsi secara lengkap. Karena itu, petugas memberikan penjelasan langsung sekaligus membuka ruang konsultasi.

“Harapannya setelah diberikan edukasi, masyarakat bisa mengetahui pilihan kontrasepsi, baik yang hormonal maupun non-hormonal. Jadi masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya,” ujar Nuraini.

Baca Juga  Peduli Perempuan, Dinkes Tangerang Hadirkan Layanan Kesehatan Mental di 39 Puskesmas

Menurut Nuraini, edukasi juga diberikan mengenai kontrasepsi bagi laki-laki, termasuk metode operasi pria atau MOP yang dikenal sebagai vasektomi. Ia menyebut masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya pilihan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa pelayanan KB yang disediakan pemerintah dapat diperoleh secara gratis sesuai ketentuan pelayanan. Warga yang membutuhkan informasi dapat berkonsultasi dengan Penyuluh KB maupun PLKB.

Pelaksanaan di tiga pasar dibagi menjadi tiga tim. Masing-masing tim terdiri dari empat orang dengan tugas meliputi edukasi, pencatatan dan dokumentasi.

Nuraini mengatakan, terobos pasar merupakan inovasi pelayanan KB yang baru dilaksanakan tahun ini. Kegiatan serupa direncanakan dapat dilakukan secara rutin di pasar-pasar lainnya.

Respons masyarakat di Pasar Poris Indah disebut cukup baik. Petugas masih menemukan warga yang belum memperoleh informasi lengkap mengenai pilihan kontrasepsi.

Baca Juga  Green Office Kelurahan Tangki Jadi Contoh Pelestarian Lingkungan di Jakarta Barat

“Respons masyarakat cukup baik. Masih ada masyarakat yang belum tahu mengenai pilihan-pilihan kontrasepsi, sehingga kita memberikan edukasi dan informasi supaya mereka memahami metode yang tersedia,” kata Nuraini.

Dalam rangka World Contraception Day, target pelayanan yang disampaikan sekitar 9.239 akseptor. Namun, capaian keseluruhan masih harus menunggu rekapitulasi data dari masing-masing puskesmas.

Tihar menjelaskan, tidak seluruh calon akseptor dapat langsung menerima pelayanan. Kondisi kesehatan dan indikasi tertentu tetap menjadi pertimbangan sebelum seseorang mendapatkan metode kontrasepsi.

Masyarakat juga dapat mengusulkan sosialisasi KB di lingkungan masing-masing melalui koordinasi dengan Penyuluh KB atau PLKB setempat.

Melalui konsep terobos pasar, DP3AP2KB Kota Tangerang berupaya memperluas akses informasi KB dengan mendatangi langsung lokasi masyarakat beraktivitas.

Mengungkap Fakta
X
×
Deliksatu