Forum CSR Kota Tangerang Jadi Sorotan, Aktivis Minta Pemkot Turun Tangan

KOTA TANGERANG, deliksatu.comKeberadaan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSL BU) Kota Tangerang kembali menuai sorotan. Forum yang dibentuk sebagai wadah sinergi program CSR perusahaan dengan masyarakat itu dinilai belum menunjukkan kinerja signifikan sejak berjalan pada 2024.

Kritik tersebut disampaikan Direktur LBH Marwah Independent Publik, Rusman Nuryadin.

Ia menilai lemahnya aktivitas forum tidak bisa terus menerus dibenarkan dengan alasan regulasi maupun minim dukungan pemerintah daerah.

Menurut Rusman, publik hingga kini belum melihat dampak nyata program CSR yang dikoordinasikan forum tersebut, padahal Kota Tangerang memiliki potensi besar dari sektor industri, perdagangan, hingga properti.

Baca Juga  Pertama di Tangerang Raya, Kantah Kota Tangerang Resmi Luncurkan Pelayanan Hak Elektronik

“Kalau perusahaan yang terlibat masih minim, tidak ada laporan terbuka, dan programnya tidak terlihat, berarti ada persoalan serius dalam pengelolaan forum,” ujar Rusman dalam keterangannya. Rabu (13/5/2026).

Ia juga menyoroti kondisi internal forum yang disebut belum memiliki sekretariat tetap dan keterbatasan operasional. Bahkan, aktivitas rapat disebut masih dilakukan secara sederhana di warung kopi.

Rusman menilai kondisi itu memperlihatkan lemahnya kesiapan kelembagaan sejak awal pembentukan forum.

“Kalau memang dibentuk lewat Perda, harusnya sejak awal sudah ada konsep kelembagaan yang jelas dan profesional. Jangan sampai forum hanya formalitas,” katanya.

Transparansi Dipertanyakan
Selain minim program, Rusman menilai forum juga belum terbuka kepada publik terkait arah kerja maupun capaian yang sudah dilakukan selama hampir dua tahun terakhir.

Baca Juga  Pemerintah Kota Tangerang Mengadakan Seminar Kepahlawanan Jejak Taruna Dalam Mempertahankan Kedaulatan NKRI

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui daftar perusahaan yang terlibat, pemetaan program CSR, hingga dampak sosial yang dihasilkan.

“Forum ini seharusnya jadi pusat koordinasi CSR daerah. Bukan malah sibuk menjelaskan alasan kenapa program belum berjalan,” ujarnya.

Ia menyebut rendahnya partisipasi perusahaan juga bisa menjadi indikator kurangnya kepercayaan dunia usaha terhadap keberadaan Forum TJSL BU Kota Tangerang.

Pemkot Diminta Evaluasi
Rusman mendesak Pemerintah Kota Tangerang segera melakukan evaluasi total terhadap efektivitas forum tersebut.

Baca Juga  Program Samisade Berjalan Lancar Di Desa Pedurenan Untuk Betonisasi Jalan Perumahan Bugenvile Raya Perum Tamansari Bukit Damai

Evaluasi dinilai perlu dilakukan mulai dari regulasi, struktur organisasi, hingga pola hubungan forum dengan badan usaha.

“Jangan sampai forum ini hanya jadi etalase kolaborasi tanpa fungsi nyata bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Rusman, pembenahan tidak cukup hanya lewat revisi aturan. Ia menegaskan yang paling penting adalah membangun transparansi, profesionalisme, dan keterbukaan kepada publik.

“Kalau tidak segera dibenahi, forum ini dikhawatirkan hanya menjadi simbol administratif tanpa kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah,” tutupnya. 

Reporter : Aas

Editor : Glend