Breaking News

KNPI Desak Effendi Simbolon Minta Maaf Ke TNI Atas Ucapannya

JAKARTA, Deliksatu.com – Menanggapi pernyataan anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon yang menyebut TNI layaknya gerombolan, KNPI pimpinan Dr. Ilyas Indra menyatakan pernyataan tersebut nyeleneh dan tidak beradab.

Narwin selaku wakil bendahara umum menilai pandangan Effendi Simbolon tentang kelakuan TNI lebih-lebih dari ormas dalam rapat pembahasan anggaran TNI dengan Komisi I DPR pada senin (5/9/2022) lalu sangat salah kaprah.

Narwin meminta dan menuntut permintaan maaf dari anggota MPR/DPR RI Effendi Simbolon kepada TNI karena sangat tidak pantas jika seorang anggota dewan terhormat yang seharusnya mempunyai pengetahuan intelektual yang tinggi justeru menyebut TNI seperti gerombolan dan di sejajarkan dengan Ormas.

Baca Juga  Waspada!! Habib Umar Alhamid: Ada Tangan-tangan Kotor 'Jahili' Pemerintahan Prabowo !

“Karena TNI adalah institusi resmi negara yang sudah banyak jasanya terhadap bangsa ini. Adanya bangsa kita sekarang ini dan hingga detik ini, kita bisa beraktifitas dengan tenang dan damai, ” Itu juga karena adanya kiprah TNI dalam memastikan kedaulatan dan keselamatan bangsa ini,” ungkap Narwin kepada awak media, Kamis (7/9/2022).

Baca Juga  RAPIMNAS 2026 Rampung, PEWARNA Indonesia Matangkan Konsolidasi Nasional

Maka selayaknya mengkritik maupun memberikan masukan terhadap TNI seharusnya menggunakan Bahasa yang santun agar dapat memberi contoh untuk generasi muda dan rakyat agar berbahasa yang baik dan benar.

“Tunjukan Adab, Etika, dan Sopan Santun kita sebagai bangsa timur yang terkenal akan sopan santunnya,” imbuh Narwin.

Narwin juga menyoroti anggaran TNI yang sangat kecil dan sudah seharusnya anggaran TNI di gelontorkan sesuai amanat undang-undang.

Baca Juga  Dinamika Grup Beserta Paguyuban PEWARTAS Tangsel, Gelar Pelatihan Jurnalistik Dasar Bagi Wartawan Pemula

“Karena luas wilayah Indonesia itu sebesar eropa maka diperlukan suatu anggaran yang sesuai demi memberikan daya dukung maksimal terhadap TNI dalam melakukan tugas-tugas negara yang tantangan kedepannya akan semakin berat dan kompleks,” terang Narwin.

(Gln/Nrwn)


Berita Terkait

Mengungkap Fakta
X