Deliksatu.com | JAKARTA – Dr. Syarif Hamdani Alkaf.SH.,MH yang juga merupakan seorang Pakar Hukum Ahli Pidana menyoroti fenomena memudarnya budaya malu di kalangan sebagian oknum pejabat publik.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara negara.
Menurut Dr.Syarif seorang pejabat publik seharusnya menjunjung tinggi integritas, etika serta memegang teguh sumpah jabatan yang telah diucapkan saat menerima amanah dari negara dan rakyat.
“Yang terjadi saat ini, masih ada oknum pejabat yang pandai bersilat lidah tetapi juga diduga pandai melakukan praktik korupsi dimana mereka seolah lupa terhadap sumpah jabatan yang telah diikrarkan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” tegasnya.
Dr.Syarif menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggung jawabkan, bukan sarana untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompok tertentu.
Adapun korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara tetapi juga merusak moral birokrasi dan menghambat pembangunan nasional.
Sebagai Pakar Hukum dan akademisi Dr.Syarif berharap nilai-nilai kejujuran, rasa malu, tanggung jawab dan integritas kembali menjadi budaya yang melekat dalam setiap penyelenggara pemerintahan.
Penegakan hukum yang tegas, profesional dan tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik.
“Bangsa ini membutuhkan pemimpin dan pejabat yang bekerja dengan hati nurani, bukan sekadar pandai beretorika dimana sumpah jabatan bukan sekadar formalitas tetapi janji moral kepada Tuhan, negara dan seluruh rakyat Indonesia” ujarnya.
Selanjutnya Dr.Syarif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pemerintahan yang bersih, transparan dan bebas dari praktik korupsi demi terwujudnya Indonesia yang berkeadilan dan bermartabat” Jelasnya.(*)

