Breaking News

Empat Jalan Kota Tangerang Diperbaiki, Dishub Siapkan Jalur Alternatif

Deliksatu.com | KOTA TANGERANG – Pengguna jalan di Kota Tangerang perlu bersiap menghadapi perubahan arus lalu lintas menyusul dimulainya pekerjaan perbaikan di sejumlah ruas jalan utama. Dinas Perhubungan Kota Tangerang menyiapkan jalur alternatif dan rekayasa lalu lintas untuk mencegah kemacetan selama proyek berlangsung.

Sedikitnya empat ruas jalan masuk dalam program perbaikan, yakni Jalan M. Toha Karawaci, Jalan Iskandar Muda Neglasari, Jalan Marsekal Suryadarma Neglasari, dan Jalan Sitanala. Pekerjaan tersebut diperkirakan berlangsung selama sekitar dua bulan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Achmad Suhaely mengatakan masyarakat yang melintas dari arah Periuk, Pasar Kemis dan wilayah sekitarnya menuju Tangerang Kota melalui Jalan Raya M. Toha Karawaci maupun arah sebaliknya dapat memanfaatkan jalur alternatif.

Jalur yang disiapkan antara lain Jalan Arya Wangsakara dan Jalan Arya Santikan menuju Jalan Otista.

Baca Juga  Masa Bakti Arief-Sachrudin Berakhir, Nurdin Resmi Dilantik Menjadi PJ Walikota Tangerang

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi pekerjaan, terutama pada jam-jam dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

“Untuk Jalan M. Toha dan Jalan Iskandar tak ditutup penuh, tapi disiapkan jalur alternatif. Sedangkan Jalan Marsekal Suryadarma karena keterbatasan ruang jalan maka diterapkan contraflow,” kata Achmad Suhaely.

Dishub Kota Tangerang bersama Satlantas Polres Metro Tangerang Kota juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas yang terdampak pekerjaan.

Pengguna jalan juga diimbau menghindari Jalan Iskandar Muda, khususnya kawasan dekat Kantor Neglasari, guna mencegah terjadinya penumpukan kendaraan selama proses perbaikan berlangsung.

Rekayasa lalu lintas tersebut akan diterapkan selama pekerjaan jalan masih berjalan. Karena itu, masyarakat diminta memperhatikan kondisi lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Baca Juga  Penutupan MTQ ke-16 Oleh Walikota Tangsel Sukses Dan Meriah, Kecamatan Pamulang Juara Umum Ketua Harian LPTQ KH. Sobron Zayyan Berpesan: Jadikan Al-Qur'an Sebagai Pedoman Hidup Setiap Hari

Pemkot Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terbaru mengenai perubahan arus kendaraan melalui akun media sosial resmi pemerintah daerah.

Perbaikan Jalan Rusak Berat

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan ruas jalan yang menjadi sasaran perbaikan mengalami kerusakan dengan kategori berat sehingga membutuhkan penanganan khusus.

Menurutnya, program rekonstruksi jalan tidak dilakukan secara bersamaan, melainkan bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.

Pada 2026, Pemkot Tangerang mengalokasikan anggaran sekitar Rp69 miliar untuk menangani sejumlah ruas jalan strategis yang mengalami kerusakan struktural.

Penentuan ruas yang diperbaiki tidak hanya berdasarkan jumlah laporan dari masyarakat. Dinas PUPR juga melakukan survei teknis untuk mengetahui tingkat kerusakan serta mempertimbangkan keselamatan dan tingkat mobilitas kendaraan.

“Penentuan prioritas tidak hanya berdasarkan banyaknya aduan masyarakat, tetapi juga hasil survei teknis terhadap kondisi jalan. Aspek keselamatan pengguna jalan menjadi pertimbangan utama, sehingga ruas dengan kerusakan berat dan tingkat mobilitas tinggi didahulukan untuk ditangani,” ujar Taufik.

Baca Juga  4 Desa Belum Ajukan ADD dan DD, Ketua FKKC Muali Ingatkan Jangan Sampai Tidak Terserap

Dengan berlangsungnya proyek tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengatur waktu perjalanan dan memilih jalur yang sesuai untuk menghindari kawasan yang terdampak pekerjaan.

Pemkot Tangerang juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat melalui fitur Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda atau Laksa yang tersedia di aplikasi Tangerang LIVE.

Selain itu, masyarakat dapat menyampaikan laporan maupun informasi terkait kondisi lalu lintas dan pelayanan pemerintah melalui WhatsApp di nomor 0811-1500-152.

Langkah rekayasa lalu lintas dan penyediaan jalur alternatif diharapkan dapat menjaga mobilitas warga tetap berjalan selama perbaikan jalan berlangsung, sekaligus mempercepat penanganan ruas jalan yang mengalami kerusakan berat.

Mengungkap Fakta
X
×
Deliksatu