Deliksatu.com | KOTA TANGERANG Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan terus menggencarkan skrining tuberkulosis atau TBC untuk mempercepat penemuan kasus dan memutus rantai penularan di tengah masyarakat
Hingga 24 Agustus 2026 capaian penemuan kasus TBC di Kota Tangerang telah mencapai 73 persen
Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan angka tersebut merupakan capaian penemuan kasus dan bukan berarti sebanyak 73 persen masyarakat Kota Tangerang menderita TBC
Menurut Sachrudin penanganan TBC tidak cukup hanya dengan mengobati pasien yang sudah terdeteksi
Pemerintah juga melakukan pelacakan terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien untuk mengetahui kemungkinan adanya penularan baru terutama di lingkungan keluarga
Penanganan dilakukan dengan memastikan pasien yang terdeteksi segera memperoleh pengobatan dan menjalani terapi sampai tuntas
Upaya penemuan kasus terus diperluas melalui tracking TBC yang terintegrasi dengan program cek kesehatan gratis
Skrining menggunakan X ray dan program Ransel TBC dilaksanakan di 430 lokus se Kota Tangerang sejak Juli hingga November 2026
Langkah tersebut diarahkan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus menemukan kasus sedini mungkin sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni mengatakan penemuan kasus merupakan langkah awal yang sangat penting dalam upaya memutus mata rantai penularan TBC
Dinkes Kota Tangerang menjalankan pencarian kasus melalui sejumlah metode antara lain program Ransel TBC active case finding investigasi kontak erat pemeriksaan rontgen dan Tes Cepat Molekuler atau TCM
Dari target sekitar 30 ribu pemeriksaan jumlah terduga TBC yang berhasil ditemukan mencapai sekitar 40 ribu orang atau sekitar 112 persen dari target skrining
Namun jumlah tersebut belum seluruhnya merupakan kasus TBC positif
Para terduga masih harus menjalani pemeriksaan lanjutan melalui rontgen dan pemeriksaan dahak menggunakan TCM
Dari rangkaian pemeriksaan tersebut Dinkes Kota Tangerang telah menemukan sekitar 7200 kasus TBC terkonfirmasi
Pasien yang dinyatakan positif kemudian mendapatkan pengobatan dan pendampingan
Penanganan juga diberikan kepada pasien yang mengalami resistensi obat karena kondisi tersebut membutuhkan pengobatan yang lebih kompleks
Dini menjelaskan salah satu tantangan utama dalam penanganan TBC adalah memastikan pasien disiplin menjalani pengobatan
Terapi TBC membutuhkan waktu sekitar enam bulan sehingga pendampingan menjadi bagian penting agar pasien tidak berhenti menjalani pengobatan sebelum dinyatakan sembuh
Selain mencari kasus baru Dinkes Kota Tangerang juga memperkuat investigasi terhadap kontak erat pasien
Anggota keluarga dan orang yang memiliki kontak dekat dengan pasien akan diperiksa untuk mengetahui kemungkinan adanya penularan lanjutan
Pemeriksaan dapat dilakukan melalui skrining rontgen hingga pemeriksaan dahak di laboratorium menggunakan TCM dan PCR
Tingginya jumlah kasus yang ditemukan tidak selalu menunjukkan kondisi penularan semakin buruk
Menurut Dini angka tersebut juga dapat menunjukkan bahwa kegiatan pencarian kasus semakin aktif sehingga lebih banyak penderita dapat ditemukan dan memperoleh penanganan
Pemkot Tangerang menilai keberhasilan penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan berbagai pihak
Pemerintah tenaga kesehatan kecamatan kelurahan puskesmas kader dunia pendidikan dunia usaha organisasi kemasyarakatan keluarga dan masyarakat memiliki peran dalam memastikan kasus ditemukan dan pasien mendapatkan pengobatan hingga tuntas
Sachrudin menegaskan upaya eliminasi TBC tidak boleh berhenti pada penemuan kasus
Setiap pasien yang terdeteksi harus segera mendapatkan pengobatan dan dipastikan menyelesaikan terapi sampai sembuh
Dengan penguatan skrining pelacakan kontak erat pemeriksaan lanjutan pengobatan dan pendampingan Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong percepatan penanganan TBC sekaligus memutus rantai penularan di masyarakat

