TANGERANG SELATAN, deliksatu.com — Persoalan sengketa aset Yayasan Syarief Hidayatullah Jakarta yang menaungi SD Islam Pembangunan (SDIP) Pamulang mulai mendapat perhatian serius.
Pihak yayasan meminta aparat penegak hukum menangani persoalan tersebut secara hati-hati agar tidak mengganggu aktivitas pendidikan dan kondisi psikologis para siswa.
Ketua Yayasan Syarief Hidayatullah, Ilham Aufa, menegaskan bahwa kepentingan utama pihaknya saat ini adalah memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan nyaman.
Ia tidak ingin persoalan internal yayasan justru menyeret anak-anak yang tidak mengetahui duduk perkara sengketa tersebut.
“Kami tidak berharap ini viral. Kami juga tidak berharap persoalan ini diketahui publik, karena yang paling kami pikirkan adalah bagaimana pendidikan anak-anak yang ada tetap berjalan,” ujar Ilham saat konferensi pers di kawasan Pamulang Square, Jumat (28/8/2026).
Menurut Ilham, pihak yayasan terus berupaya menjaga suasana sekolah tetap kondusif. Bahkan, ia mengaku bersyukur melihat para siswa masih dapat mengikuti kegiatan belajar dengan riang dan tidak menunjukkan adanya tekanan akibat persoalan yang tengah terjadi.
“Kami akan tetap mengusahakan yang terbaik. Kepentingannya adalah anak-anak bisa sekolah kembali tanpa ada gangguan, terutama secara psikologis,” katanya.
Ia mengatakan, sejumlah guru juga terus membagikan aktivitas siswa di lingkungan sekolah. Dari dokumentasi tersebut, terlihat para siswa masih menjalani kegiatan seperti biasa dengan penuh semangat.
“Gambar-gambar dari para guru yang ditampilkan di status mereka sungguh membuat saya tersenyum dan semangat lagi. Mereka terlihat masih senang seperti tidak terjadi apa-apa. Artinya, usaha kami berhasil membuat sekolah tetap nyaman,” ujar Ilham.
Namun, kondisi tersebut disebut belum sepenuhnya lepas dari gangguan. Ilham mengungkapkan adanya pihak lain yang dalam beberapa hari terakhir datang ke lingkungan sekolah pada pagi hari.
Menurut dia, pihak tersebut beberapa kali terlihat mengambil foto di sekitar area sekolah. Meski kehadirannya dinilai tidak dilakukan secara mencolok, kondisi itu tetap menimbulkan kekhawatiran karena sekolah merupakan ruang belajar yang seharusnya terbebas dari situasi yang berpotensi membuat siswa maupun guru merasa tidak nyaman.
Karena itu, Yayasan Syarief Hidayatullah berharap seluruh pihak yang berkepentingan dapat mengedepankan kepentingan pendidikan dan tidak menjadikan lingkungan sekolah sebagai tempat tarik-menarik kepentingan dalam persoalan sengketa aset.
“Kami hanya ingin anak-anak tetap nyaman belajar. Jangan sampai persoalan yang mereka sendiri tidak tahu menjadi beban psikologis bagi mereka,” tegasnya.
Pihak yayasan juga meminta aparat penegak hukum dapat melihat persoalan tersebut secara objektif dan proporsional, sehingga penyelesaian sengketa tetap berjalan tanpa mengorbankan keberlangsungan kegiatan pendidikan di SDIP Pamulang.
Editor : Glend

