Deliksatu.com | DEPOK – Lurah Pondok Jaya, Marbawi, S.E., M.M., menghadiri kegiatan kelulusan siswa Homeschooling Almaeera yang berlangsung di Jalan Safir, Kelurahan Pondok Jaya, Kota Depok. Kehadirannya didampingi Sekretaris Kelurahan Pondok Jaya Aripudin, A.Md., serta Bhabinkamtibmas Jumono dan Irfan Nurcahyo.
Dalam kesempatan tersebut, Marbawi menyampaikan pentingnya dukungan terhadap dunia pendidikan, termasuk bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Menurutnya, pendidikan harus mampu memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak untuk mengembangkan potensi dan keterampilannya sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan berdaya saing.
“Kami mendukung upaya pendidikan yang memberikan kesempatan kepada seluruh anak, termasuk siswa berkebutuhan khusus, agar mampu mengembangkan potensi dan keterampilannya secara mandiri,” ujar Marbawi.
Ia menegaskan, pesan tersebut sejalan dengan arahan Wali Kota Depok, Dr. H. Supian Suri, M.M., yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan serta akses belajar yang inklusif bagi seluruh masyarakat.
Selain menghadiri acara kelulusan Homeschooling Almaeera, Marbawi juga menghadiri kegiatan kenaikan kelas dan kelulusan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Irsyadul Athfal di wilayah RW 03, Kelurahan Pondok Jaya.
Pada kesempatan itu, ia turut mensosialisasikan Program Rintisan Sekolah Gratis (RSG) yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Depok di bidang pendidikan. Program tersebut bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat agar tidak ada anak usia sekolah yang putus pendidikan akibat keterbatasan biaya.
Marbawi menjelaskan, jumlah sekolah yang bergabung dalam program RSG terus bertambah dari waktu ke waktu. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat Kota Depok yang dapat merasakan manfaat program tersebut.
“Melalui program ini, Pemerintah Kota Depok berupaya memastikan seluruh anak memperoleh hak pendidikan yang layak tanpa terkendala masalah ekonomi,” katanya.
Selain membahas akses pendidikan, Marbawi juga mengajak seluruh satuan pendidikan untuk membangun budaya hidup bersih di lingkungan sekolah. Ia mendorong penerapan kegiatan Operasi Bersih (Opsih) selama sekitar 10 menit sebelum proses belajar mengajar dimulai.
Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut dapat menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan serta kepedulian terhadap lingkungan kepada para peserta didik.
“Melalui kegiatan Opsih, anak-anak tidak hanya belajar menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga membangun karakter positif yang akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Kegiatan kelulusan dan kenaikan kelas yang berlangsung di wilayah Kelurahan Pondok Jaya tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi muda.

