KOTA TANGERANG, deliksatu.com – Seorang warga Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, berinisial AR mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan seorang pria berinisial MS.
Insiden tersebut terjadi di kediaman korban pada Jumat malam (19/6/2026) dan dipicu persoalan anak-anak yang sedang bercanda.
AR menuturkan, MS datang ke rumahnya untuk mempertanyakan sesuatu yang berkaitan dengan anaknya. Namun, percakapan yang awalnya berlangsung biasa berubah menjadi adu mulut.
Menurut AR, dirinya telah menjelaskan bahwa tidak ada tindakan apa pun yang dilakukan terhadap anak MS.
Bahkan, kata dia, peristiwa tersebut dapat dilihat melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi.
“Dia datang menanyakan anaknya diapakan. Saya sudah bilang tidak ada apa-apa dan semuanya ada rekaman CCTV. Tapi tiba-tiba dia emosi dan langsung memukul saya dua kali,” ujar AR kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).
Saat kejadian berlangsung, AR mengaku belum merasakan sakit yang berarti. Namun, kondisi berbeda dirasakannya ketika bangun keesokan pagi.
Korban mengungkapkan muncul lebam di sekitar pelipis mata disertai bercak darah dan rasa pusing. Kondisi tersebut membuatnya menyesalkan proses perdamaian yang sempat dilakukan pada malam kejadian.
“Saat malam memang belum terasa apa-apa. Tapi pagi harinya mata saya lebam, ada bercak darah di pelipis dan kepala terasa pusing. Karena itu istri saya langsung menghubungi Ketua RW yang sebelumnya ikut memediasi,” katanya.
AR juga mengaku kecewa atas tindakan yang disebutnya terjadi secara spontan di depan anggota keluarganya. Ia menilai peristiwa tersebut telah menimbulkan trauma bagi istri dan anak-anaknya.
“Datang ke rumah orang, cekcok lalu langsung memukul. Istri dan anak saya melihat kejadian itu, mereka jadi trauma,” ungkapnya.
Untuk memastikan kondisi kesehatannya, AR berencana menjalani pemeriksaan medis dan visum di rumah sakit pada awal pekan. Ia juga akan memeriksakan kondisi matanya guna memastikan tidak terjadi cedera yang lebih serius.
“Saya akan melakukan visum dan pemeriksaan mata. Takut ada pendarahan di bagian dalam. Soal langkah hukum, saya masih akan membicarakannya dengan keluarga,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar dan diharapkan tidak memicu konflik berkepanjangan di lingkungan permukiman. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebutkan dalam laporan tersebut.
(Red)

