Refleksi Akhir Tahun MA 2025, FORSIMEMA-RI Usulkan Penyatuan Kanal Media dan Seleksi Undangan

JAKARTA, deliksatu.comKetua Umum Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia (FORSIMEMA-RI), Syamsul Bahri, menyampaikan pernyataan sikap sekaligus klarifikasi terkait pola pengundangan media pada agenda Refleksi Akhir Tahun Mahkamah Agung (MA) 2025.

Ia menilai langkah yang ditempuh Humas MA sudah cukup bijak dan toleran dalam menjaga ketertiban serta efektivitas penyebaran informasi publik.

Menurut Syamsul, mekanisme undangan media yang diterapkan Humas MA pada kegiatan tersebut justru bertujuan meredam potensi kegaduhan dan miskomunikasi di kalangan awak media.

Evaluasi ini, kata dia, perlu dilihat sebagai upaya pembenahan tata kelola komunikasi, bukan pembatasan akses informasi.

“Metode yang dilakukan Humas MA sudah sangat bijak dan patut diapresiasi, karena diarahkan untuk menjaga kualitas diseminasi informasi sekaligus ketertiban acara,” ujar Syamsul, Senin (29/12/2025).

Baca Juga  Sijago Merah Melalap Pergudangan Dishub Tambun

Meski demikian, Syamsul mendorong adanya perbaikan ke depan. Ia mengusulkan agar seluruh kanal komunikasi media di lingkungan Mahkamah Agung disatukan dalam satu wadah resmi, yakni Group Media Portal Berita MA dan Peradilan.

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan koordinasi yang lebih tertib, terukur, dan transparan.

Selain itu, ia meminta Humas MA agar lebih selektif dalam menentukan media yang diundang, dengan memprioritaskan media yang selama ini konsisten menyajikan pemberitaan positif, objektif, dan edukatif terkait kinerja Mahkamah Agung serta badan peradilan di bawahnya.

Syamsul menjelaskan, terdapat tiga alasan utama perlunya evaluasi metode undangan media. Pertama, sebagai bentuk apresiasi terhadap media yang aktif dan konsisten mengawal isu hukum serta kebijakan MA sepanjang tahun.

Baca Juga  Hymne TNI AD Pertama Kali Berkumandang di Puncak Tidar

Kedua, untuk meningkatkan efektivitas penyebaran informasi, mengingat media yang terbiasa meliput di lingkungan MA umumnya memiliki pemahaman konteks hukum yang lebih baik sehingga dapat meminimalkan kesalahan tafsir.

Ketiga, evaluasi ini dinilai penting untuk memperkuat sinergi kelembagaan antara Mahkamah Agung dan media, guna membangun ekosistem komunikasi yang sehat, profesional, dan saling menghormati.

Adapun sejumlah strategi yang diusulkan FORSIMEMA-RI antara lain pendataan atau penyusunan basis data media aktif yang secara rutin dan berkesinambungan memberitakan agenda MA dan peradilan secara berimbang.

Selain itu, Syamsul mengusulkan penerapan skema undangan terbuka namun terverifikasi, agar jurnalis yang hadir benar-benar memahami tugas dan fungsi Mahkamah Agung.

Ia juga mendorong penyediaan ruang diskusi dua arah dalam agenda Refleksi Akhir Tahun, sehingga kegiatan tersebut tidak hanya bersifat pemaparan satu arah, tetapi berkembang menjadi forum dialog konstruktif antara pimpinan MA dan insan pers.

Baca Juga  Berbagi Kasih bersama Lansia, GM FKPPI Rayon 090407 Cilandak Jaksel Kunjungi Panti Jompo Kidung Salomo Agape Tangsel

Syamsul menegaskan, seluruh masukan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap Mahkamah Agung sebagai lembaga negara.

Menurutnya, agenda besar tahunan seperti Refleksi Akhir Tahun seharusnya menjadi sarana pertanggungjawaban publik, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Refleksi Akhir Tahun harus menjadi momentum akuntabilitas kepada masyarakat pencari keadilan, yang informasinya disampaikan secara luas melalui media yang kredibel dan profesional,” tegasnya.

Editor : Glend