Polisi Amankan Pelaku Tawuran di Serpong Lagon Setu, Kuasa Hukum Minta Pelaku Lainnya di Tangkap

TANGERANG SELATAN, Deliksatu.com – Seorang remaja bernama M. Rosyid mengalami luka parah pada tangan kirinya akibat tawuran di Perumahan Serpong Lagon, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu Tangerang Selatan, pada Selasa, 28 Mei 2024.

Tawuran tersebut diduga akibat dipicu oleh ajakan tawuran yang disebarkan melalui media sosial Instagram.

Pada Sabtu, 7 September 2024, pihak kepolisian berhasil menangkap Rizki, salah satu pelaku tawuran, di kediamannya.

Orang tua Rizki, Ocen, menyatakan kekecewaannya, mengingat hanya anaknya yang ditangkap, sementara pelaku lainnya masih bebas.

Baca Juga  19 Pati Polri Serah Terima Jabatan Kenaikan Pangkat Perwira Tinggi

“Saya minta keadilan kepada Polsek Cisauk untuk segera menangkap pelaku lainnya agar situasi ini adil,” ujarnya dalam konferensi pers di halaman Polsek Cisauk, Sabtu (19/10/2024).

Penasihat hukum Rizki, Sapto Wibowo Sutanto, menambahkan bahwa pihaknya telah meminta penjelasan kepada penyidik mengenai status hukum kliennya dan berharap pelaku lainnya segera ditangkap.

Di sisi lain, penasihat hukum keluarga korban, Tri Kurniawan, juga menyampaikan kekecewaannya.

Baca Juga  Sambut HUT Bhayangkara Ke-77, Polda Metro Musnahkan Barang Bukti Narkoba

“Kami sebagai pihak keluarga korban tentunya kecewa. Hanya satu pelaku yang ditangkap. Kami minta pelaku lainnya segera ditangkap,” katanya.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Cisauk, Iptu Hambali saat dikonfirmasi awak media, menjelaskan bahwa pihaknya masih memburu para pelaku lainnya dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kami sudah beberapa kali mencoba menangkap pelaku lain, namun keberadaannya masih kosong. Kami akan terus berupaya mencari dan pasti akan menangkap mereka,” tegasnya.

Baca Juga  Lembakum Siliwangi dan Kamidaka Coffee Adakan Program Pengembangan Potensi Melalui Barista dan Roasting Kopi

Kasus ini kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian, dan diharapkan keadilan dapat segera tercapai bagi semua pihak yang terlibat.

(Red)

Editor : Glend