Warga Serpong Keluhkan Air Sumur Tercemar Limbah Sampah Cipeucang, Pemkot Tangsel Belum Ada Respon

TANGERANG SELATAN, deliksatu.comWarga Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, mengeluhkan kondisi air sumur yang sudah bertahun-tahun tidak dapat digunakan akibat tercemar limbah dari tumpukan sampah di sekitar pemukiman mereka. Hingga kini, warga mengaku belum menerima tanggapan ataupun solusi konkret dari pemerintah kota.

Agus, warga RT 06 RW 04 Kelurahan Serpong, menceritakan kesulitan yang dialaminya setiap hari. Karena air sumur tidak lagi layak digunakan, ia terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan mandi.

Baca Juga  Siswi SDN Total Persada, Yumna Almaira Inara, Sukses 2 Kali Raih Prestasi Taekwondo Tingkat Nasional

“Saya setiap hari harus beli air 5 sampai 6 galon untuk kebutuhan masak dan mandi. Dulu, sebelum sampah menggunung, air sumur masih bisa kami pakai untuk minum. Tapi sekarang, sampah sudah makin dekat ke rumah kami,” keluh Agus kepada wartawan, Kamis siang (30/10/2025).

Menurut Agus, sekitar 15 rumah di lingkungannya terdampak langsung oleh pencemaran air akibat timbunan sampah yang tak kunjung ditangani. Kondisi ini membuat warga khawatir akan dampak kesehatan jangka panjang, terutama bagi anak-anak.

Baca Juga  Viralnya Pemberitaan BPNT Salurkan Buah Busuk. Kepala Dinas Sosial Sidak Lokasi

“Ada sekitar 15 rumah yang sudah tercemar limbah. Kami berharap pemerintah bisa segera turun tangan mencari solusi agar kami bisa bernapas lega,” tambahnya.

Warga berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera melakukan langkah nyata untuk menormalisasi kembali sumber air bersih dan menata pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kota Tangerang Selatan terkait keluhan warga. Masyarakat berharap suara mereka tidak diabaikan dan segera ada tindakan nyata untuk mengembalikan kualitas lingkungan yang sehat dan layak huni. (*/Rif)

Baca Juga  Viral, Publik Soroti Laporan Keuangan Pemkot Tangsel

Editor : Glend