Ceramah Ustadz Kiwil Warnai Peringatan Isra Mi’raj di Lapas Kelas 1 Tangerang

KOTA TANGERANG, deliksatu.comLembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah di Masjid Baitussalam, Jumat (23/1).

Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pembinaan kepribadian Warga Binaan melalui pendekatan spiritual, humanis, dan transformatif.

Peringatan Isra Mikraj tersebut diikuti ratusan Warga Binaan dan dihadiri langsung Kepala Lapas Kelas I Tangerang Beni Hidayat, jajaran pejabat struktural, serta pegawai.

Sejak awal kegiatan, suasana religius terasa melalui lantunan sholawat dan tabuhan hadroh yang dibawakan santri Warga Binaan.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang Beni Hidayat menegaskan, peringatan hari besar keagamaan memiliki nilai strategis dalam mendukung perubahan perilaku Warga Binaan.

Menurutnya, pembinaan spiritual menjadi fondasi penting dalam membangun karakter dan integritas moral selama masa pembinaan.

Baca Juga  Kodim 0506/Tgr Isi Bulan Ramadhan Dengan Tadarus Al’Quran Bersama

“Peringatan Isra Mikraj bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi instrumen pembinaan spiritual untuk memperkuat keimanan, akhlak, dan kesadaran diri Warga Binaan. Nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW kami dorong menjadi pedoman selama menjalani pembinaan, sekaligus bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Beni.

Dalam peringatan tersebut, Lapas Kelas I Tangerang menghadirkan Ustadz Kiwil sebagai penceramah. Dengan gaya penyampaian santai, komunikatif, dan jenaka, Ustadz Kiwil berhasil mencairkan suasana sekaligus membangun kedekatan emosional dengan jamaah.

Meski dikemas ringan dan menghibur, materi tausiyah yang disampaikan sarat makna.

Ustadz Kiwil mengajak Warga Binaan memaknai Isra Mikraj sebagai momentum hijrah batin, memperbaiki kualitas ibadah, serta menata kembali orientasi hidup ke arah yang lebih baik.

Baca Juga  Habib Umar Alhamid: Hati-Hati !! Ada yang Ingin Ganggu dan Berkhianat di Pemerintahan Prabowo..!

Ia juga menegaskan bahwa masa pembinaan di Lapas bukanlah akhir dari segalanya, melainkan ruang muhasabah dan transformasi diri menuju perubahan yang lebih konstruktif.

Kepala Bidang Pembinaan Lapas Kelas I Tangerang, Dwi Fu’ad Jamali, menyampaikan bahwa keterlibatan tokoh agama dengan metode penyampaian yang humanis merupakan bagian dari desain pembinaan kepribadian yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

“Pembinaan kepribadian tidak hanya membutuhkan materi yang kuat, tetapi juga metode penyampaian yang tepat. Pendekatan yang menyentuh sisi emosional terbukti efektif membangun kesadaran spiritual, kedisiplinan, dan sikap mental positif Warga Binaan,” kata Fuad.

Bagi Warga Binaan, kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan motivasi. Salah satu Warga Binaan berinisial R mengaku merasa senang dan termotivasi.

Baca Juga  Kantor Hukum Dragon Law Firm Mengucapakan HUT Bhayangkara ke-79 : Polri untuk Masyarakat

“Ceramahnya ringan tapi maknanya dalam. Kami jadi lebih termotivasi untuk berubah dan menjalani pembinaan dengan lebih ikhlas,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai simbol ikhtiar spiritual dan komitmen perubahan.

Melalui peringatan Isra Mikraj ini, Lapas Kelas I Tangerang menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang menyeluruh agar Warga Binaan siap kembali dan berperan positif di tengah masyarakat.

Editor : Glend