Pramono Anung Tegaskan Jajarannya, Sikat Terminal Bayangan

JAKARTA, deliksatu.comPemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak menertibkan terminal bayangan yang marak beroperasi di sejumlah titik Ibu Kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan praktik tersebut terus berlangsung.

“Untuk terminal-terminal bayangan yang lebih ramai, akan kami tertibkan,” kata Pramono di Glodok, Jakarta Barat, Selasa (3/3/2026).

Pramono juga mengimbau masyarakat yang hendak mudik agar menggunakan terminal resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, penggunaan terminal resmi penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang.

“Kecuali yang mendapatkan persetujuan atau izin dari Pemerintah DKI Jakarta. Seperti Monas begitu, itu bisa digunakan,” ujarnya.

Baca Juga  Walikota Tangerang Tinjau Langsung Peralihan Interkoneksi Perumda TKR ke Tirta Benteng

Terminal Resmi Sepi, PO Keluhkan

Dampak Terminal Bayangan
Keberadaan terminal bayangan sebelumnya dikeluhkan sejumlah pengurus perusahaan otobus (PO). Salah satu titik yang terdampak adalah Terminal Kalideres.

Maraknya keberangkatan bus dari lokasi tidak resmi disebut membuat terminal resmi mengalami penurunan jumlah penumpang.

“Jadi kita berharap terminal bayangan itu harus segera ditertibkan,” ujar salah satu pengurus PO yang akrab disapa Uda.

Risiko Harga Tiket hingga Keselamatan

Sementara itu, Kepala Terminal Bus Kalideres, Nur Prasetyo, mengingatkan masyarakat agar tidak memulai perjalanan dari terminal bayangan. Ia menyoroti potensi permainan harga tiket oleh calo karena tidak adanya pengawasan resmi.

Baca Juga  ASN DPMPTSP Tangsel Raih Penghargaan dari Wakil Wali Kota: Cinta Sofia Jadi Teladan, Kadis Maulana Prayoga Beri Apresiasi

“Takutnya mereka itu dapat harga yang tidak sesuai. Karena kan kita tidak bisa memonitor berapa harga tiket yang dijual di luar,” kata Nur.

Selain persoalan tarif, aspek keselamatan dan keamanan juga menjadi perhatian. Di terminal resmi, setiap bus wajib menjalani uji kelaikan atau ramp check serta pemeriksaan kesehatan sopir sebelum keberangkatan.

Sebaliknya, bus yang berangkat dari terminal bayangan kerap luput dari pengawasan tersebut sehingga berisiko bagi penumpang.

Baca Juga  Benyamin Davnie Ingatkan ASN Tangsel Jaga Netralitas Selama Pilkada 2024 Termasuk di Medsos

Nur pun meminta masyarakat mematuhi peraturan dengan naik dan turun di terminal yang telah ditetapkan pemerintah, terutama menjelang arus mudik.

Pemprov DKI memastikan penertiban akan dilakukan secara bertahap guna menciptakan ketertiban serta menjamin keselamatan masyarakat pengguna transportasi umum.

Reporter : Leman

Editor : Glend