SPN dan KSPI Perkuat Komunikasi dengan Prabowo Jelang May Day 2026

SPN dan KSPI bertemu Prabowo di Jakarta jelang May Day 2026 untuk menyampaikan aspirasi buruh dan menjaga kondusivitas aksi.

Pimpinan serikat pekerja menyampaikan aspirasi buruh menjelang May Day 2026 di Jakarta.

Deliksatu.com | Jakarta,. – Gerakan buruh nasional mulai memasuki fase penting menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Momentum ini ditandai dengan pertemuan antara pimpinan serikat pekerja dan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Jakarta.

Pertemuan tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah dan kalangan pekerja. Ketua Umum Serikat Pekerja Nasional (SPN) Iwan Kusmawan hadir bersama Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Sa’id Iqbal, untuk menyampaikan berbagai aspirasi buruh secara langsung.

Dalam agenda tersebut, pimpinan serikat pekerja menyampaikan delapan tuntutan utama yang berkaitan dengan kesejahteraan pekerja, perlindungan tenaga kerja, serta kebijakan ekonomi nasional. Langkah ini diharapkan mampu membuka ruang dialog yang lebih konstruktif antara pekerja dan pemerintah.

Baca Juga  Patroli Gabungan Skala Besar di Serpong, Wujud Sinergi TNI-Polri dan Pemkot Jaga Kamtibmas

Selain itu, SPN juga menegaskan tiga tuntutan utama atau Tritura buruh yang menjadi fokus perjuangan pada May Day 2026. Salah satunya ialah mendorong pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi.

Serikat pekerja juga menyoroti pentingnya revitalisasi industri tekstil nasional agar mampu menjaga keberlangsungan lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi global. Di sisi lain, buruh turut menyampaikan aspirasi terkait pembatalan pemangkasan kuota nikel tahun 2026 yang dinilai berdampak terhadap sektor industri dan tenaga kerja.

Baca Juga  Polres Cirebon Adakan Razia Masker di Pasar Gunung Sari

Meski berbagai aspirasi telah disampaikan langsung kepada pemerintah, peringatan May Day 2026 tetap akan diisi dengan aksi penyampaian pendapat secara damai di sejumlah titik. Kawasan Danantara menjadi salah satu lokasi yang dipersiapkan sebagai pusat konsolidasi massa buruh.

Koordinator Lapangan aksi, Amri, memastikan seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan dengan mengedepankan ketertiban dan kondusivitas. Menurutnya, pengurus serikat pekerja terus melakukan survei lokasi guna memastikan mobilisasi peserta berjalan aman dan tertata.

Baca Juga  Polsek Kelapa Dua Bagikan Bendera Merah Putih, Semarakkan HUT RI ke-80

“Aksi tetap berlangsung di Wisma Danantara sampai detik ini,” kata Amri.

Pihak serikat pekerja berharap momentum May Day 2026 tidak hanya menjadi ruang penyampaian aspirasi, tetapi juga memperkuat sinergi antara pekerja, pemerintah, dan pelaku industri demi menciptakan iklim ketenagakerjaan yang lebih baik di Indonesia. (D-1)