Tragis! Siswa MI di Setu Tangsel Meninggal Kesetrum Saat Kejar Layangan

TANGERANG SELATAN, deliksatu.comPeristiwa tragis menimpa seorang bocah berusia 12 tahun bernama Rashka Dirly Putra P yang diduga meninggal dunia akibat tersetrum saat hendak mengambil layang-layang yang tersangkut di tiang penerangan jalan umum (PJU).

Kejadian tersebut berlangsung di Kampung Koceak, RT 002 RW 001, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Rabu (6/5/2026) sore menjelang waktu maghrib.

Menurut keterangan keluarga, saat itu korban tengah bermain layang-layang bersama sejumlah temannya di sekitar lokasi kejadian. Layangan yang dimainkan tersangkut di atas tiang lampu jalan.

Baca Juga  Airin Bakar Semangat Para Kader PK-PL, Melantik 7 Pengurus Kecamatan Partai Golkar se-Kota Tangsel

Tante korban, Purwaningsih, mengatakan teman-teman Rashka sempat ragu untuk memanjat tiang tersebut. Namun korban memilih naik sendiri untuk mengambil layangan yang tersangkut.

“Teman-temannya enggak ada yang berani naik. Rashka akhirnya coba naik sendiri, baru setengah tiang tiba-tiba kesetrum,” ujar Purwaningsih kepada wartawan.

Usai kejadian, korban sempat dibawa ke puskesmas terdekat oleh warga dan teman-temannya. Namun nyawa bocah yang masih duduk di bangku kelas enam Madrasah Ibtidaiyah (MI) itu tidak tertolong.

Baca Juga  Komunitas Ruby Owners Club (ROC) Chapter Tangerang Selatan Rayakan Anniversary ke 1

“Masih sempat dibawa ke puskesmas, tapi kemungkinan memang sudah meninggal saat di lokasi,” katanya.

Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Diketahui, Rashka saat ini sedang menjalani ujian sekolah sebelum kejadian nahas tersebut terjadi.

Keluarga pun berharap pemerintah dan pihak terkait melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi penerangan jalan umum agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Baca Juga  Majelis Ta’lim Miftahul Khoiriyah Serpong Peringati Isra Mi’raj 1447 H

“Harapannya PJU bisa dicek rutin, jangan nunggu rusak atau ada korban dulu baru diperbaiki,” ucap Purwaningsih.

Ia juga meminta keselamatan warga menjadi perhatian utama, khususnya terhadap fasilitas umum yang berada di lingkungan permukiman.

“Cukup Aska satu saja, jangan sampai ada korban lainnya,” tutupnya. 

Editor : Glend